mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Wednesday, September 30, 2015

Si Nila


Entah bagaimana, saya jadi ingat si Nila. Anda kenal si Nila? Pasti ingat. Gara-gara dia, susu sebelanga Anda menjadi sia-sia.
Waspadalah!

Kita  boleh bangga dengan hasil kerja bertahun-tahun mengumpulkan susu, mengumpulkan harapan, mengumpulkan prestasi, dlsb. Tapi, karena satu kecerobohan kecil, setitik saja,  semua yang telah diupayakan itu bisa hancur berantakan.

Nila, nila...

Dalam organisasi, perusahaan, atau jamaah juga demikian. Bisa jadi, misi, visi, atau strategi kelompok itu baik. Orang-orangnya pun pilihan di antara orang-orang baik. Tapi, gara-gara segelintir orang buruk di dalamnya, keseluruhan kebaikan orang-orang baik itu akan dipersepsi sebagai buruk. Sayang sekali, bukan?

Waspadalah dengan si Nila.

"Karena nila setitik, rusak susu sebelanga."

Itulah salah satu nasihat terbaik nenek kita yang diperolehnya dari neneknya lagi, yang kalau kita hayati kembali hari ini, hasilnya akan luar biasa.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Merapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Telah berpindah-pindah dari desa yang satu ke desa yang lain, kota yang satu ke kota yang lain, dan telah berjumpa dengan banyak orang, banyak perilaku dan perangai. Senang membaca, menulis, dan mencatat.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail