mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Wednesday, May 23, 2007

Selamat Datang


Sahabatku,

Selamat datang pada blog ini. Jangan kau pandang bentuknya, tapi pandanglah tujuannya. Aku harap blog ini akan menjadi media komunikasi untuk kita berdua untuk mewujudkan kasih sayang sesama hamba Allah, Tuhan kita. Aku hamba, dan engkau juga hamba, bukan?

Kita berdua sama-sama hamba Tuhan. Kita sama-sama memerlukan media untuk saling berbagi informasi agar rasa kehambaan kita semakin subur, dan nafsu jahat kita tak bisa alihkan kita kemana dia suka. Tuhan tak ingin kita hidup sendiri-sendiri dan enggan berbagi. Tuhan tahu, kita lemah sementara jalan kita berliku dan bertanjakan. Kitapun dikepung oleh musuh luar dan musuh dalam, juga oleh musuh lahir dan musuh bathin. Sanggupkah kita hidup di persembunyian masing-masing?

Bagilah aku nasehat-nasehatmu. Jangan biarkan basa basi membuat kau enggan menegurku. Aku yakin, engkau pasti lebih baik dariku. Ajaklah aku menelusuri terangnya jalanmu. Jangan tinggalkan aku sendirian. Aku memerlukanmu, kawan. Jiwaku masih buta dan belia walaupun kau pasti tahu jasadku sudah menahun terjemur matahari.

Kawan, kau boleh membaca apa yang kutulis di sini. Aku sengaja menulis agar kau sudi membaca. Mudah-mudahan akan kuusahakan menambahinya hari demi hari selagi aku diberi kekuatan dan ilmu. Seayatpun akan kucoba untuk disampaikan, walaupun aku tahu bahwa aku tak pantas dituruti. Anggaplah ini oleh-oleh dariku, yang sebagian besar ku ambil dari guru-guruku.

Tapi ingat, aku tak sudi kalau tulisan ini sampai merusak tali kasih sayang antara aku dan engkau. Karena itu ambillah yang baik-baiknya saja, dan lupakan yang buruk-buruknya. Bukankah kata lebih tajam dari belati? Kata bisa menyayat ulu hati dan membuaraikan isinya. Kata bisa menyuburkan permusuhan dan meretakkan cinta. Tapi, kata juga dapat menautkan rindu yang menganga antar dua insan yang saling mencinta. Berjanjilah untuk selalu memberi tahuku kalau ada yang salah. Tulislah komentar-komentarmu. Sekatapun akan ku anggap selemari.

Ampun maaf,


Jufran Helmi Abu Faruq Ibnu Muhammad Djer Said

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail