mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Tuesday, November 24, 2009

Menulis setiap hari


Menulis tiap hari. Itulah jawaban dari pertanyaan bagaimana cara membiasakan menulis. Penguasaan keterampilan berbahasa tulis, menuangkan ide ke dalam tulisan hanya bisa didapatkan melalui menulis sebanyak-banyaknya. Menyeimbangkan laju aliran pikiran dan kecepatan menulis juga melalui proses menulis sebanyak-banyaknya. Tidak ada teori lain dan cara lain, misalnya dengan memakan obat-obat tertentu. Caranya Cuma satu; ambil alat tulis dan menulislah sebanyak-banyaknya.
Untuk memastikan bisa menulis setiap hari, catatan harian (diary) bisa diandalkan. Hampir semua penulis-penulis hebat dan produktif, tidak terkecuali ilmuwan besar seperti Albert Einstein dan Leonardo Da Vinci, menulis catatan hariannya. Catatan harian adalah satu bentuk tulisan yang paling sederhana. Menulisnya ringan. Tidak memerlukan referensi. Tidak ada tekanan keharusan menulis dengan logis. Isinya sangat personal. Temanya boleh meloncat-loncat. Satu paragraf bicara tentang makanan, paragraf berikutnya tentang wisata, tempat berikutnya tentang kecoa yang menjengkelkan, dst.
Telah dibuktikan oleh banyak pakar kepenulisan, menulis catatan harian merupakan salah satu langkah pembiasaan menulis yang terbaik, tercepat dan teringkas. Anda bisa memulai kegiatan harian Anda di pagi hari dengan menulis catatan harian dan mengakhirinya di malam hari juga dengan menulis catatan harian. Kegiatan menulis lainnya seperti menulis buku, menulis makalah, menulis surat-surat bisnis dapat dilakukan diantara menulis kedua catatan harian itu.
Pagi hari setelah selesai shalat subuh dan wirid, Anda bisa menulis catatan harian berupa rencana kerja hari ini. Apa saja yang akan dikerjakan hari ini, tulislah. Kalau dulu Anda biasa menulis jadwal atau rencana harian dalam format poin-poin, sekarang harus diganti dengan menulis dalam kalimat yang lengkap, narasi yang lengkap. Anda dapat menceritakan siapa saja orang yang akan ditelpon atau ditemui hari ini dan akan membicarakan masalah apa. Anda juga bisa medeskripsikan tempat-tempat yang akan dikunjungi atau barang-barang yang akan dicari. Bahkan kalaupun Anda berencana untuk menulis sesuatu hari ini, Anda dapat menuliskan di catatan harian tentang apa dan kapan akan dimulai. Yang penting apapun rencana Anda, tulislah selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya. Walaupun catatan ini untuk konsumsi Anda sendiri dan bukan mau dipublikasikan, Anda tidak boleh menulisnya sekedar Anda saja yang mengerti. Bayangkan Anda menulis untuk diterbitkan di koran harian pagi ini.
Bahkan kalau ada satu isu aktual yang ingin Anda ulas, Anda bisa langsung menuliskannya sebagai bagian dari catatan harian itu sebagai pembukaan atau penutup. Apalagi kalau Anda mempunyai pandangan-pandangan tertentu, pikiran-pikiran tertentu yang muncul pagi itu, suatu kesempatan yang baik menuliskannya di dalam catatan itu. Catatan harian semacam ini akan sama dengan editorial atau tajuk rencana yang muncul di koran setiap hari.
Di malam hari, ketika Anda sudah mulai santai, selepas shalat 'Isya, wirid dan makan malam, setelah membantu anak-anak belajar, berbincang-bincang dengan keluarga, menonton TV atau membaca buku, sebelum berangkat ke tempat tidur, boleh juga menulis catatan harian malam. Catatan ini bisa mengulas atau mengomentari apa-apa saja yang menarik hati atau berkesan khusus bagi Anda di hari ini. Barangkali Anda bisa mengaitkannya dengan catatan harian pagi atau merupakan catatan yang berdiri sendiri. Intinya, tulislah apa saja. Merdekalah berekspresi.
Begitu sederhana dan mudahnya menulis catatan carian, ia tidak memerlukan tema, karena itu tidak diperlukan outline atau semacamnya. Catatan harian bertolak dari apa saja yang terpikir dan terasa pada hari itu. Bahkan Anda bisa menulisnya diselang-selingi dengan "ngobrol' dengan keluarga . Apapun yang ada di otak tuangkan. Apa saja yang anda rasakan tuliskan. Catatan harian bukanlah naskah ilmiah yang harus Anda pertanggungjawabkan kebenarannya.
Walaupun demikian , catatan-catatan itu dapat dianggap enteng menfaatnya. Dia dapat menjadi rujukan pada suatu saat. Bahkan membaca catatan harian di masa yang akan datang merupakan hiburan tersendiri. Saya kadang-kadang sering senyum sendiri membaca catatan harian saya yang saya buat ketika jadi mahasiswa dulu. Dan jangan lupa, catatan harian yang bermutu berpotensi diterbitkan jadi buku. Anda mungkin sudah tahu bahwa beberapa buku yang diterbitkan sekarang seperti "Cat Rambut Orang Yahudi", bahkan menjadi buku best seller, berasal dari catatan harian. Tahun 70-an kita pernah digemparkan oleh satu buku catatan harian Ahmad Wahib. Catatan harian Rosihan Anwar banyak yang diterbitkan juga.
Anda sudah atau belum punya catatan harian? Bagaimana pendapat Anda?

 

Wallahu a'lam

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail