mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Friday, November 6, 2009

Perempuan?


Kaum lelaki sering iri dengan perempuan. Mengapa tidak? Perempuan dianugerahi Tuhan perasaan yang lebih sensitif. Ruhnya lebih halus. Akibatnya, rasa bertuhan dan rasa kehambaan lebih mudah menyentuh mereka sementara para lelaki harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan rasa itu. Akal,rasio, dan logika sering mengaburkan Tuhan dalam pandangan Laki-laki. Padahal rasa bertuhan dan rasa kehambaan merupakan aset terbesar hidup manusia. Sungguh, manusia yang paling beruntung di dunia adalah manusia yang memiliki kedua rasa itu. Laki-laki lebih sombong, angkuh, bahkan berani melawan Tuhan. Lihat Fir'aun, si lelaki penantang Tuhan.
 

Perasaan yang lebih sensitif pada perempuan memungkinkan mereka lebih menimbang rasa pada orang lain, lebih peka pada penderitaan orang lain, lebih iba melihat kesusahan orang lain. Itulah sebabnya mereka mudah mengulurkan kasih dan sayang. Lebih mudah memaafkan kesalahan orang. Sementara laki-laki lebih bebal, muka tembok, dan kadang-kadang lebih tidak tahu diri. Laki-laki lebih sulit meminta maaf dan memafkan. Lihat, hampir semua api peperangan di dunia dicetuskan oleh kaum laki-laki.
 

Anak-anak lebih dekat kepada ibu. Itu pasti. Kalau ada masalah pada anak, mereka akan mendatangi ibu-ibu mereka. Kalau ada konflik antara ibu dan ayah, anak-anak akan berpihak pada ibu. Sembilan bulan anak-anak terikat dengan rahim ibu mereka. Dua tahun berikutnya anak-anak meminum air susu ibu mereka. Laki-laki? Laki-laki hanya jadi panitia. Pantaslah kalau Rasulullah mengatakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Maksudnya, anak-anak lebih nyaman dengan ibu dari pada dengan ayahnya.
 

Dan yang paling membuat laki-laki iri dengan perempuan adalah bahwa Tuhan menjadikan surga lebih dekat kepada perempuan. Untuk masuk surga seorang perempuan hanya dituntut mengerjakan yang wajib, meninggalkan yang haram, dan menta'ati suami. Bahkan dikabarkan bahwa do'a kaum perempuan akan mengguncangkan Arsy dan lebih mudah dikabulkan Tuhan. Malin Kundang berubah jadi batu karena do'a perempuan, yaitu ibunya.
 

Oh ya satu lagi yang membuat laki-laki iri. Perempuan tak usah payah-payah mengurus sendirian rumah tangganya. Dia bisa berbagi, sementara laki-laki mesti sendiri. Sendiri dan sendiri lagi. Aduh kacian deh laki-laki….
 

Bagaimana menurut Anda?
 

Wallahu a'lam.
 

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail