mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Friday, January 10, 2014

Kondomisasi = Sex Bebas

Ketika lokalisasi Kramat Tunggak digusur dan diganti menjadi islamic center, Menteri Kesehatan Ibu Mboi bereaksi keras. Beliau mengungkapkan kalau beliau tidak sependapat dengan penghilangan lokalisasi pelacuran.  Saya sempat berpikir kalau Ibu ini jangan-jangan mantan germo.

Saya tidak paham cara berpikir seorang ibu, seorang dokter, dan seorang menteri yang ternyata keberatan dengan pengubahan lokasi pelampiasan nafsu sex bebas menjadi tempat pembinaan spritual berdasarkan agama. Proyek yang seharusnya didukung penuh oleh pemerintah, malah dianggap tidak tepat.

Saya kurang paham ketidaksetujuan beliau itu lantaran yang dibangun adalah islamic center bukan pusat kegiatan agama lain, atau beliau memang ingin lokalisasi sex bebas perlu diabadikan dan negara perlu memfasilitasinya. Sebenarnya, tidak ada cara yang paling tepat mengembalikan moral bangsa ini kecuali melalui agama.

Agama mungkin masih dianggap phobia. Atau agama masih dianggap tidak ada kait merngait dengan dunia kesehatan dan kedokteran.

Bagi Ibu ini, sex bebas adalah hak asasi. Setiap manusia berhak melampiaskan hasrat sexnya dengan segala cara, apakah melalui pernikahan atau melalui perselingkuhan, atas dasar suka sama suka atau atas dasar jual-beli. Pemerintah wajib menyediakan sarana bagi pelaku sex bebas itu. Kalau sarana ini ditiadakan, kita telah melanggar hak asasi penting melampiaskan nafsunya secara bebas. Itulah sebabnya beliau berjuang agar tempat seperti Kramat Tunggak perlu dibangun oleh negara.

Propanda penggunaan kondom yang sekarang  dilancarkan oleh Kementrian  Kesehatan yang digagas Ibu Moi juga tidak dapt ditafsirkan atau dipahamkan kecuali sebagai upaya memfasilitasi pelaku sex bebas itu.  Kalau bukan untuk mereka, kepada siapa sasaran kondomisasi ini?  Untuk pasangan suami istri yang tetap? Jelas bukan.

Kalau tujuannya untuk membasmi HIV, logika sederhana saja mengharuskan kita membasmi sebab-sebab awal HIV itu. Sebab awal penularan HIV adalah adanya sex bebas. Mengapa bukan menghentikan sex bebas itu yang  menjadi fokus? Mengapa kita justru fokus mengajari pelaku sex bebas dengan jurus-jurus aman, dengan menghimbau mereka untuk menggunakan kondom.

Program ini benar-benar telah menambahkan coreng moreng pemerintahan yang ada sekarang. Sudahlah banyak kasus yang belum terselesaikan, pemerintah menambah lagi kasus baru: fasilitasi sex bebas.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail