mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Sunday, September 20, 2015

Buah Naga



Mengherankan, pohon buah naga yang ditanam di tanah terbuka menguning daunnya dan calon buahnya malu-malu muncul. Tapi, yang ditanam di dalam pot, tumbuh subur. Ada apakah gerangan?

Kalau akibat kemarau panjang dan asap, mestinya kedua-dua phon naga ini menguning. Tapi, yang satu subur yang satu merana. Saya merasa telah berbuat tidak adil kepada makhluk Tuhan ini.

Saya mulai berpikir kalau ini semua mungkin karena tiang penunjang batang. Jenis tiangnya berbeda.

Buah naga yang menguning menggunakan tiang kayu, keadaannya pun sudah agak lapuk, sedangkan yang subur menggunakan tiang beton.

Barangkali tanaman ini tahu kalau tiang kayu tidak akan cukup kuat menobang berat tubuhnya yang akan terus membesar. Ia menjadi ragu untuk tumbuh. Kegaruannya itu diperlihatkannya dari rawut daunnya yag tidak segar.

Sebaliknya, yang bertiang beton mempunyai rasa percaya diri yang cukup. Ia menjalari tiang beton layaknya seekor naga.

Kalau begitu, semua tiang kayu harus diganti dengan tiang beton. Sepulang dari sini saya akan mampir di Gramedia mencari kalau-kalau ada teknik bertani buah naga yang baik dan benar.

Mari kita geliatkan ekonomi Indonesia seperti menggeliatnya seekor naga dengan bertani buah naga.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Merapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Telah berpindah-pindah dari desa yang satu ke desa yang lain, kota yang satu ke kota yang lain, dan telah berjumpa dengan banyak orang, banyak perilaku dan perangai. Senang membaca, menulis, dan mencatat.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail