mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Sunday, September 20, 2015

Rawa-Rawa di Palembang



Kapanlah rawa-rawa yang membentang sepanjang jalan Palembang-Indralaya ini dimanfaatkan menjadi lahan produktif?

Kalau misalnya digali, terus diberi air dari Sungai  Musi, apakah lahan luas ini bisa dijadikan tempat memelihara patin atau belida? Ini perlu perenungan mendalam. Kalau bisa, pempek ikan dan pindang Palembang akan membesar.

Pembuangunan jalan menuju ke sini menjadi dua jalur sedang berlangsung. Masa depan wilayah ini akan cerah, secerah warna Jembatan Musi II yang merah muda itu.

Seandainya wilayah ini tidak bisa diairi penuh menjadi kolam ikan, apakah tidak ada kemungkinan ditanami tanaman yang bisa tumbuh di rawa-rawa? Kalau ada, saya akan beternak kepiting air tawar di sela-sela tanaman itu.

Tapi, saya lihat alang-alang bisa tumbuh subur dan panjang-panjang. Kalau dijadikan makanan sapi, rasanya juga ideal.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Merapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Telah berpindah-pindah dari desa yang satu ke desa yang lain, kota yang satu ke kota yang lain, dan telah berjumpa dengan banyak orang, banyak perilaku dan perangai. Senang membaca, menulis, dan mencatat.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail