mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Friday, December 18, 2009

ASI


Kalau kita hanya melihat dari sisi lahiriah: gizi, protein, zat-zat aktif pelindung tubuh, dll, maka sama saja ASI yang dikeluarkan ibu kandung dan ibu susuan (asalkan bukan ibu sapi). Kalaupun berbeda, berbedanya mungkin disebabkan makanan yang dikonsumsi sang ibu.
 Namun secara ruhaniah, samakah? Ada yang beralasan dengan tidak menyusunya Rasulullah SAW kepada ibu kandungnya.
 Secara ruhaniah jelas tak sama. Tidak akan sama ASI ibu kandung dan ibu susuan sebagai penaut kasih sayang di hati sang bayi. Ruh bayi memerlukan tali penaut. Tali itu diawali di dalam rongga rahim (namanya diambil dari salah satu nama Tuhan yang berarti Kasih Sayang). Kemudian pertautan itu disempurnakan selama dua tahun dalam aliran susu sang ibu kandung.
 Rasulullah SAW tidak perlu menyusu kepada ibu kandungnya karena pertautan hati Rasulullah langsung kepada Allah, tanpa perantaraan ibu. Rasulullah hendak ajarkan pada kita bahwa Kasih Sayang Tuhan lebih hebat dari kasih seorang ibu pada anakanya.
 Bagaimana pendapat Anda?
 Wallau a'lam

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail