mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Friday, December 18, 2009

Sukses


Dalam berbagai tulisan tentang sukses dan kesusksesan, sering disenaraikan nama-nama yang diklaim sebagai contoh orang-orang sukses. Nama-nama itu antara lain: Bill Gates, Bill Clinton, Nelson Mandela, Albert Einstein, Obama, Martin Luther King, Roosevelt, Alfa Edison, Anthony Robbin, Andre Wongso, Walt Disney, Shakespere, Hemingway, Mark Twain, Napoleon Hill, dan masih banyak lagi. Tokoh-tokoh yang sering diberitakan sebagai "guru-guru kesuksesan" sering menyebutkan sebagian nama-nama itu sebagai orang sukses.
 Padahal nama-nama orang tersebut di atas, sampai akhir hayatnya (kalau dia sudah mati) atau sampai hari ini (kalau dia masih hidup), setahu saya belum tahu bagaimana cara bersuci.
 Saya jadi bertanya-tanya, apa arti sukses yang dimaksudkan itu?
 Kalau sukses itu diartikan terkenal, berprestasi, kita harus masukkan nama-nama seperti Hitler, Musolini, Aidit, Jengis Khan, dkk sebagai orang-orang sukses. Siapa yang berani menyangkal prestasi Hitler?
 Kalau sukses itu itu diartikan sebagai orang yang pernah berbuat baik bagi kemanusiaan, waduh lebih sulit lagi menentukannya. Setiap orang punya daftar nama-nama orang baik dan orang jahat padanya. Seorang kiai yang baik menurut santri-santrinya, bisa jadi orang jahat menurut istri dan anak-anaknya. Saya ada seorang kawan yang begitu baik dalam pandangan kami, kawan-kawannya, namun konon kabarnya dia sedang diajukan kepada pengadilan agama sebagai suami yang jahat.
 Kalau sukses itu diartikan pernah berbuat sesuatu yang luar biasa, saya harus masukkan Tukul yang telah mengaku berhasil mencium lebih dari 300 perempuan cantik dalam acara "empatmata"nya. Menurut saya, itu luar biasa. Mang Sramin (bukan nama sebenarnya) juga termasuk orang sukses, karena katanya ia pernah bertapa selama empat puluh hari empat puluh malam tanpa makan nasi, kecuali ketupat. Dan Andapun pasti akan memunculkan nama-nama yang jauh lebih banyak. Jangan-jangan semua orang di bumi ini akan termasuk orang sukses, karena setidak-tidaknya pernah berbuat sesutu yang luar biasa dalam hidupnya.
 Sukses harus ada patokannya yang jelas. Harus ada referensinya, yaitu tujuan kedatangan hadirnya kita sebagai manusia.
 Kita tercipta sebagai manusia bukanlah pilihan kita. Sang Maha Penciptalah yang tahu untuk apa kita dicipta sebagai manusia. Mengapa dulu kita tidak dicipta sebagai seekor kelinci, nyamuk, atau mungkin hanya sebagai debu?
 Kita dicipta untuk menjadi hamba kepadaNya. Yang berhasil menempatkan diri sebagai hamba kepada Yang Maha Pencipta, yaitu Allah SWT, itulah orang sukses. Tuhan akan menyayangi hamba-hambaNya ini. Tuhan akan memanggil mereka "wali-waliKu".
 Bagaimana pendapat Anda?
 Wallahu a'lam.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail