mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Tuesday, January 12, 2010

Go blog!


Bagi anda yang gemar tulis menulis, mudah-mudahan belum terlalu ketinggalan kalau saya masih menyarankan Anda membuat satu blog di internet. Terserah di penyedia yang mana. Karena memang banyak penyedia yang menawarkan jasa baiknya. "Go blog" tak mesti goblok, bukan? He he he. Dua bunyi yang berdekatan, namun maknanya berseberangan seratus delapan puluh derajat.
"Hare gene, masih buat blog?" Ada yang berkomentar bahwa esensi blog sudah tergantikan oleh facebook. Satu sisi memang ya, tapi satu sisi lain masih belum. Mungkin sebagian kawan melihat betapa cepatnya respons para pembaca facebook dibanding pembaca blog, sehingga mereka menyimpulkan, "Kita pindahan ke facebook aja yok."
Ada beberapa fitur yang membuat facebook memang lebih unggul untuk mempublikasikan tulisan secara instan dibandingkan blog. Facebook sangat cepat mempublikasikan dan sekaligus cepat pula menyampaikan respons para pembacanya. Tulisan seperti sahut-sahutan. Begitu cepatnya, sehingga mengasyikkan. Para facebooker menjadi seperti orang mabok. Hari-hari hanya diisi dengan kegiatan FB-an (istilah baru di dunia internet). Wajarlah kalau seorang guru khawatir kalau-kalau muridnya lebih senang FB-an dibanding mengerjakan PR. Padahal, jangankan murid, gurunya saja lebih-lebih lagi. Satu tulisan saya secara bercanda saja di "wall atau di "note" facebook direspon kawan hanya dalam hitungan detik, sementara satu tulisan yang sudah saya siapkan secara susah payah di blog, sudah hampir dua tahun belum direspons siapapun. Akhirnya saya respons sendiri.
Namun, saya melihat fitur-fitur tertentu pada blog masih belum tergantikan sampai saat ini oleh facebook. Blog memungkinkan tulisan Anda dibaca oleh semua pengguna internet tanpa orang tersebut mendaftarkan diri (alias sign up) terlebih dulu. Ini tidak terjadi di facebook. Selain itu, format tulisan yang sudah dibuat sebaik mungkin, akan tetap utuh ketika dikirim ke blog sementara ke facebook, formatnya bubar. Selain itu, fitur pengelompokan tulisan berdasarkan kategori, tanggal, bulan, dan tahun dalam blog, belum tergantikan oleh facebook. Secara fleksibel, saya masih menyarankan, pakai keduanya saja.
Blog adalah sejenis website yang awalnya diciptakan sebagai wadah menulis diary secara online. Umurnya lebih tua dibanding facebook. Nama awalnya adalah "On Line Diary" yang diluncurkan tahun 1994 oleh sebuah provider, MIT Media Lab. Uji coba itu sukses besar, sehingga banyak yang memanfaatkannya. Diam-diam, manusia itu ternyata tidak malu-malu lagi memberitahu orang lain curahan rasa hatinya. Buktinya, diary yang biasanya sangat rahasia dan privacy, sejak itu mulai dipublikasikan ke semua orang. Semakin banyak yang tahu, semakain senang menulisnya. Lahirlah wesite-website serupa silih berganti, dari tahun ke tahun, dengan evolusi nama: online-diary, online-journal, online-log, web-log, dan terakhir disingkat blog. Nama terakhir ini, nampaknya disepakai dan penulisnya disebut bloger. Sampai akhir 2007, tercatat 112 juta blog yang terdaftar di 5 provider blog terbesar: Windows Live Spaces, Community Server, WordPress, Blogger, dan TypePad. Tahun 2010 ini tentu jauh lebih besar lagi.
Dulu, ketika baru pertama berkenalan dengan dunia blog, saya buat 4 blog. Nafsu besar tenaga kurang. Mengurus 4 blog ternyata memusingkan kepala. Satupun tidak ada yang terurus. Daripada menyusahkan diri sendiri, sekarang saya cukupkan satu saja. Yang lain saya hapus. Blog yang satu -satunya itupun, kadang-kadang tidak dibenahi juga. Wajarlah kalau tampilannya masih sangat primitif. Tapi, silakan dilihat-lihat, walaupun isinya belum ter"update" seratus persen.
http://jufranhelmi.blogspot.com

Kadang-kadang, kalau Google dan Yahoo bermurah hati, mereka akan antar Anda ke alamat itu secara tepat. Tapi, lebih sering tidak. Memang, kedua mesin pencari yang katanya hebat itu, agak sombong dan angkuh. Kalau ada yang cari, blog saya biasanya diletakkannya pada urutan yang ke seribuan bahkan lebih. Saya lagi berpikir keras bagaimana caranya supaya kedua makhluk itu bisa menempatkan blog saya di urutan nomor satu, atau setidak-tidaknya urutan 10 besar. Kan kasihan sama kawan-kawan saya yang terpaksa harus menekan tombol "next page" 40 kali, baru berjumpa saya. Saya tak sampai hati.
Apapun juga, punya blog masih menarik.
Yang menariknya adalah bahwa blog termasuk sarana yang bagus menyimpan dan mengarsipkan tulisan. Saya masih melihat tulisan yang saya kirim ke blog 3 tahun yang lalu, masih utuh di sana. Saya baru ingat bahwa saya ada tulisan di blog itu setelah seorang kawan menemukannya secara tidak sengaja melalui Google kira-kira sebulan yang lalu. Saya saja sudah lupa.
Kemenarikan lain, mengirim tulisan ke blog sangat mudah. Bila Anda menggunakan Microsoft Word, Anda tinggal menggunakan shortcut yang sudah secara default tersedia untuk mengirim tulisan kepada 5 provider blog besar yang sudah dikenali secara baik.
Yang paling menarik adalah bahwa nampaknya menulis di blog, diam-diam dapat mengasah kemampuan menulis. Sudah banyak buktinya. Mantan bloger satu demi satu telah berhasil menjadi penulis buku best seller.
Dua hari yang lalu saya menghadiri peluncuran buku karya kawan saya, Anang YB yang berjudul "Kerja di Rumah, Emang Napa?" Saya baru tahu kalau buku itu ternyata kumpulan tulisan-tulisannya di blog. Ini artinya, Anang YB membuktikan diri menjadi sebagai salah seorang blogger yang berhasil menerbitkan tulisan-tulisannya di blog menjadi buku, di samping bloger lain seperti Ersis Warmansyah Abbas dengan serial "Menulis Mudah"nya, Raditya Dika dengan serial "Kambing Jantan"nya, Chappy Hakim dengan "Cat Rambut Orang Yahudi"nya, dan Dewi Rieka dengan serial "Anak Kos Dodol"nya.
Kalau begitu, mari "go blog" tanpa harus goblok.
Bagaimana pendapat Anda?
Wallahu a'alam.

2 comments:

  1. negblog jauh lebih baik daripada berfacebook ria....

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya kedua-duanya baik. Barangkali, setiap orang punya kecendrungan masing-masing

    ReplyDelete

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail