mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Friday, January 8, 2010

Hari ibu


Rasulullah bersabda, "Surga itu di telapak kaki ibu." Itulah renungan kita pagi ini. Bukan karena mau ikut-ikutan memperingati hari ibu, tapi sekedar memesongkan sedikit ingatan kepada manusia yang sering terlupakan dalam hidup kita. Hiruk pikuk kesibukan kita setiap hari, kita lalai bahwa ada sesosok insan yang tidak boleh kita lupakan dalam hidup kita, ibu.
 Bagi saya hari ibu itu tidak hanya di tanggal 22 Desember. Bagi saya hari ibu itu setiap hari. Saya tidak mau memperingati hari ibu sekali setahun. Setiap hari saya harus memperingatinya. Demikian juga hari ayah. Saya memperingati hari ayah setiap hari. Saya memperingati hari ibu dan ayah dengan memanjatkan do'a setiap hari, bahkan 5 kali dalam sehari semalam, " Tuhan, ampunkan dosaku dan dosa kedua orang tuaku, rahmati mereka sebagaimana mereka merahmati aku ketika aku masih kecil."
 "Ketika aku masih kecil?
 "Ya, ketika masih kecil."
 Coba kenangkan. Kalaulah Tuhan tidak berikan di hati ayah dan ibu saya, rasa kasih sayang pada anaknya, mungkinkah saya akan menjadi dewasa seperti sekarang ini? Kalau ibu tidak memberikan air susunya, adakah makluk di dunia ini yang akan sudi menyusui? Adakah yang sudi memandikan, membersihkan najis dan daki saya, yang mengusir nyamuk dan lalat yang menggangu, yang mencarikan obat ketika saya sakit? Adakah yang sanggup berjaga bermalam-malam tak tidur ketika saya demam? Adakah yang peduli dengan saya?
 Bagiamana pendapat Anda?
 Wallahu a'lam.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail