mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Wednesday, August 18, 2010

Otak


Kalau ditanyakan pada saya, bagian tubuh mana yang paling menakjubkan. Saya akan menjawab, "Otak!". Bagaimana pendapat Anda?


Sebenarnya tidak satupun bagian tubuh manusia yang tidak menakjubkan. Yang sederhana saja misalnya tumit kaki. Pernahkah Anda mempertanyakan mengapa Anda bisa berdiri tegak bahkan rukuk tanpa terjungkal? Kuncinya ada pada struktur tulang tumit kaki Anda itu. Walaupun setiap inci tubuh kita itu menakjubkan, saya yakin Anda sepakat dengan saya bahwa yang paling menakjubkan adalah tetap otak.


Otak adalah sebuah control system seluruh elemen dalam tubuh. Bagian-bagian tubuh itu ditautkan melalui sitem saraf berpusat padanya. Otak bukan saja mengatur gerak kaki, tangan, dan mulut, tetapi juga mengkordinasikan juga gerak jantung, tekanan darah, suhu badan, dan keseimbangan tubuh. Bahkan otak bertanggung jawab atas fungsi pikiran, penglihatan, pendengaran, perasaan, emosi, ingatan, dan kecerdasan. Coba kita dengar makian orang kalau kita tak sengaja menyandungnya,"Otakmu dimana?"


Volume otak hanya 1350 cc, yang cukup dibawa dengan sekantong plastik. Ada bagian yang disebut otak besar, otak kecil, otak tengah, dan otak belakang. Otak besar terdiri dari otak kiri dan otak kanan. Bagian otak-besarnya saja mengandung 15-33 milyar neoron, yang masing-masingnya tersambung ke sekitar 10,000 sinapsis.


Tapi, ada satu hal. Yang tak bisa dibantah oleh semua manusia adalah tatkala seorang manusia yang cerdas tiba-tiba mati. Semerta-merta, berhentilah seluruh aktifitas otaknya yang cerdas itu. Berhenti pula dengan seketika aktifitas seluruh tubuhnya. Dengan semerta-merta pula, manusia dengan seluruh gelar, tanda saja, pujian, dan cacian itu tiba-tiba berubah jadi bangkai, tidak berharga. Tak lama setelah itu ia akan menjadi makanan cacing di bumi.


Otak memang pusat pengendalian jasad manusia. Seluruh bagian tubuh tersambung kepadanya melalui kabel-kabel saraf yang rumit. Melalui kabel itu, otak menyalurkan instruksi-instruksi. Tangan, kaki, dan mulut akan segera bereaksi setelah mendapat instruksi dari otak. Otak juga menerima informasi melalui kabel saraf yang tersambung pada alat-alat pengindraan. Informasi itu dipersepsinya, diolahnya, dikirimnya atau disimpannya. Seperti pada pesawat terbang, otak adalah ruang cockpitnya.


Pertanyaan yang sangat penting, siapakah yang berada di belakang otak sebagai operatornya? Seperti pada pesawat, siapakah sang pilot yang berada di dalam cockpit yang akan menerbangkan pesawat itu atau menerjunkannya?


Sayang sekali penelitian para <em>neoroscientist</em>, ilmuwan otak, berhenti sampai di situ. Penelitian terhadap suatu yang rumit berhenti dalam kerumitan itu sendiri. Kalau mereka teruskan meneliti, mereka bisa menjadi gila, saraf otaknya korstlet.


Yang berada di belakang otak itu adalah ruh manusia. Ya, ruh manusia. Ilmuwan otak tidak dapat menemukan ruh itu karena mereka hanya memeriksanya dengan mikroskop. Padahal, belum ada mikroskop yang mampu mendeteksi ruh. Mereka menggunakan algoritma, menurunkan konklusi-konklusi, padahal wilayah itu sudah berada di luar kapasitasnya.


Jangan mencoba mereka-reka, kalau tidak mau tersesat atau dituduh sesat. Kalaulah sang ilmuwan itu mau berendah diri sedikit, berdo'a pada Sang Pencipta manusia itu bukan pada sesama manusia, barangkali mereka akan menemukan jalan menuju ke Kitabullah, yaitu kitab yang memaparkan rahasia semesta yang tidak terjangkau akal. Tuhan yang Maha Penyayang itu juga akan mengantarkan sang ilmuwan berjumpa hadis-hadis tentang sunnah rasulNya. Walaupun Rasulullah sudah wafat, Tuhan masih masih terus membimbing manusia melalui wali-waliNya yang ilmunya bersambung sampai kepada Rasulullah. Bahkan di setiap 100 tahun, akan Tuhan datangkan walinya yang bertaraf mujaddid. Tuhan punya sistem bagaimana berkomunikasi dengan hamba-hambaNya itu.


Tapi sayang sekali. Yang mereka teliti hanya otak dan otak lagi. Yang dipercerdas oleh mereka adalah otak dan otak lagi. Yang mereka minum dan perjualbelikan adalah vitamin nutrisi otak. Kalau sudah mati, otak itu tidak lebih berharga dari otak-otak (nama makanan asli Palembang)


Wallahu a'lam
Bagaimana pendapat Anda?

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail