mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Wednesday, August 25, 2010

Takwa


Takwa dalam bahasa AlQuran dan bahasa Indonesia sehari-hari ternyata berbeda. Sehari-hari orang bertakwa adalah orang yang rajin menjalankan perintah agama. Kalau sehari-hari nampak shalat, mereka dikatakan bertakwa. Kalau sudah haji, bertakwalah itu. Bahkan lebih hebat lagi, takwa bisa dipakai pada agama lain selain Islam.
Dalam bahasa AlQuran, takwa adalah sikap hidup yang tertanam dalam diri seseorang lahir dan batin. Jika iman adalah perbuatan, islam adalah keyakinan, ihsan adalah perasaan, maka takwa adalah gabungan antara islam, iman, dan ihsan. Takwa bukan saja gerak-gerik, tapi juga pikiran dan juga rasa hati.
Kalau begitu, takwa meliputi seluruh amal yang dilakukan dengan perbuatan , keyakinan dan perasaan. Orang yang bertakwa adalah orang yang memilih hidup dalam rambu-rambu hukum Allah, menjalankan hiudpnya itu atas dasar keyakinan kepada Allah, dan melaksanakannya dalam kesaksian Allah: seolah-olah dia mealakukannya di hadapan Allah.
Takwa inilah model kehidupan yang sempurna dalam pandangan Allah. Sebaik-baik manusia, kata Allah, adalah orang yang bertakwa. Mereka senantiasa mendapatkan pertolongan Allah. Mereka diberi rezki dari sumber yang tidak disangka-sangka. Mereka selalu diberi jalan keluar dari setiap masalah yang mereka hadapai. Dan bahkan, mereka diberkati Allah dari langit dan bumi.
Wajarlah, kalau di akhir setiap perintah dalam Al Quran, Allah menyebutkan takwa sebagai tujuan akhir. Lihat perintah shalat, puasa, zakat, haji, infak, jihad, do'a, da'wah, amar makruf nahi mungkar, perang, mengakkan qisash, nikah, bermusafir, menuntut ilmu, dll. Tujuannya agar mendapat takwa.
Dalam dimensi invidual, orang yang berhasil mendapatkan takwa akan tampak sebagai orang yang istiqomah, yaitu orang yang terpelihara kesinambungan amalnya. Mereka beramal bukan untuk diperlihatkan kepada manusia. Jadi tidak ada beda bagi mereka amalan secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.
Mereka adalah orang yang sabar, tidak lupa diri ketika menerima kesedihan dan penderiataan. Mereka orang yang bersyukur, tidak lupa diri menerima kemanisan dan kegembiraan. Pahit atau manis, sempit atau lapang, menyedihkan atau menggembirakan, bagi mereka adalah ujian dari Allah.
Mereka tawakkal menghadapi masa depan dan mereka redha menerima apapun yang sudah Allah putuskan di masa lalu.
Dalam hubungan antar manusiapun, orang bertakwa mencipta pesona menakjubkan. Mereka bersimpati kepada yang susah betapaun mereka dalam kesusahan. Mereka mudah berkorban bahkan dalam kesulitan. Mereka hormat kepada yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda. Mereka pandai berterimakasih kepada manusia betapapun mereka tahu apa yang mereka terima bukan dari manusia, tapi dari Allah. Mereka bukan orang yang mudah diajak bergunjing ataupun memfitnah orang lain. Mereka akan minta maaf kalau bersalah dan memaafkan tanpa menunggu orang lain meminta maaf.
Indah sekali lukisan ketakwaan itu. Belum sanggup seorang pujanggapun melukiskannya dengan kata-kata. Cabangnya terlalu banyak. Walaupun demikian, kita masih bisa melihat pangkalnya: taat dan yakin pada Allah hingga lahir rasa takut dan cinta pada Allah. Kemudian menempuh hidup dengan hati yang dikuasi perasaan hadirnya Allah di setiap waktu dan tempat.

 
Wallahu a'lam
Bagaimana pendapat Anda?

 
  • Lisa-Miss Lisa- Suryani, Nurhayati Fadjarudin, Arief Al-Ghifari and 6 others like this.
  • Erryk Kusbandhono Mencerahkan sekali, pak. Moga kita digolongkan oleh Allah mjd "Ahlu At-Taqwa" & dipimpin oleh "Manusia yg paling taqwa" di akhir zaman ini..
    August 25 at 12:15pm via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
  • Faricha Hasan Taqwa lahir dan bathin. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa. Amin..
    August 25 at 12:39pm · LikeUnlike ·
  • Jufran Helmi
    @ Erryk, amiin
    @ Faricha. Amiin
    August 25 at 1:46pm · LikeUnlike ·
  • Salman Mujahid Nusantara terima ksih bi,sy br tau arti taqwa yang sesungguh nya.semga kita semua menjadi rang yang bertaqwa di akhir ramadhan.
    August 25 at 5:19pm via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
  • Ersis Warmansyah Abbas untuk itulah kita hidup ya kan pkn
    August 25 at 7:26pm · LikeUnlike ·
  • Frans. Nadeak Terima kasih membuat kado ini..menyejukkan..
    August 25 at 7:28pm · LikeUnlike ·
  • Yussy Akmal Alhamdulillah,Semoga kita mampu meraih derajat Taqwa..
    August 25 at 9:23pm via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
  • Arief Al-Ghifari
    @Abi Jufran: Asslmlkum,, abi boleh minta tag jg ga?
    August 26 at 10:09am · LikeUnlike ·
  • Nurhayati Fadjarudin mengalir sederhana dan mudah difahami ... moga kita terus meningkatkan takwa ... Amiiin
    August 27 at 9:07am · LikeUnlike ·
  • Jusuf Fateh

    Taqwa hari ini sudah kehilangan maknanya, ianya hanya menjadi selogan-selogan tanpa nilai. Andai seseorang menyadari betapa tingginya nilai Taqwa ini, karena ialah syarat mutlak ibadah diterima, ialah tujuan akhir dari Iman, Islam dan Ihsan...See MoreAugust 27 at 5:24pm · LikeUnlike · 1 personLoading... ·
  • Jufran Helmi
    @Yusuf. Sudah tentu kita ingin meraih taqwa yang sebenar. Semoga dapat taqwa
    August 31 at 10:16pm · LikeUnlike ·

2 comments:

  1. assalamu alaikum sukran pak ustadz sangat bermanfaat sekali bagi saya yg awam seoerti ini

    ReplyDelete
  2. Cahaya Hati. Mari kita sama-sama belajar dan beramal. Semoga silaturrahim kita berlanjut.

    ReplyDelete

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail