mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Saturday, September 11, 2010

Tamu itu kini telah mohon pamit


Wahai diri,
Kemanakah akan kau surukkan wajahmu hari ini?
Jiwamu yang seharusnya telah kembali fitri,
Ternyata masih penuh daki.
Yang seharusnya berhias taqwa,  ternyata masih berselimut  hawa.
Tak malukah,
Bila orang menyangka engkau pemenang  yang baru pulang?
Padahal engkau seorang pecundang?
Wahai diri,
Sesal pun hari ini tiada lagi guna.
Ini hari perpisahan, bukan lagi persiapan.
Tamu pembawa rahmat itu kini telah siap berangkat.
Tinggallah engkau sendiri, meratap dan sekarat.
Esok  ia akan berlalu bersama janji Tuhan untuk keampunan dan pembebasan.
Janji yang begitu terang,
Namun tak mampu menyeruak nafsu-mu yang penuh karat berlipat-lipat.
Burhan-burhan Tuhan telah di depan retinamu.
Namun, aqal-mu menapisnya dengan kejam.
Matahari yang sudah condong, bertambah condong, dan semakin condong,
Tak mampu membuatmu ber-taubat.
Oh, jiwa yang tak insaf-insafnya.
Engkau masih lebih suka di sini di maqam ini.
Kau kekalkan tubuh-fana mu, padahal ia akan binasa.
Tapi kau fanakan tubuh-kekal mu, padahal ia sahabat setia.
Hilang sudah furqan Tuhan dari jiwamu.
Hingga  kau lupa mana haqikat mana mafsadat.
Wahai diri,
Tamu itu kini telah mohon pamit.
Relakanlah,  dan  tak perlu menjerit .
Karena seharusnya kau  tahu semua penawaran ada limit.
Apa boleh buat, walaupun panenmu cuma secubit
Tinggallah engkau dengan lambaian
Sepi mengubur harapan.
Tamu mubarak itu akan pamitan
Tahun depan untukmu belum tentu dijadwalkan.
Minta ampunlah pada Tuhan.
Wahai diri,
Alangkah malangnya nasibmu.
Akan lebih malang lagi,
Bila hari  ini engkau masih sempat berseri-seri.
Tak tahu diri.

 
 ________
Bingkisan untuk semua kawan saya di FB, yang semakin hari semakin rapat.
Saya minta maaf atas kata-kata yang tak pantas dalam semua notes saya sepanjang Ramadhan ini, juga notes-notes sebelumnya. Barangkali banyak pilihan kata yang tak layak hingga menyakitkan. Ampun maaf.
Terimakasih atas semua komentar yang sungguh sangat berarti.  Minal 'aidin wal faaizin. Mohon maaf lahir dan batin.

 
Wallahu A'lam
Comment ·Like · Farida Ariany and Risza Agustina Astagfirullah.. Ktk dtg'y bln itu saya sllu deg2an memikirkan mampukah saya meraih berkah ramadhan ? Dan stlh bln itu berlalu saya sllu mrs sedih memikirkan akankah saya bs bjumpa kmbli dg bln itu..
September 9 at 2:57pm via Erry Damajanti Ya Allah...semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan yang penuh berkah tahun depan..., sedih berpisah dengan bulan penuh berkah ini. Selamat hari Raya Isul Fitri...mohon maaf lahir dan bathin ya pak..
September 9 at 3:27pm · Like ·

Facebook Mobile · Like ·

Erry Damajanti like this.

Share
  • Ersis Warmansyah Abbas Introspeksi ...
    September 9 at 3:59pm · Like ·

  • Erryk Kusbandhono Sama2, pak. Mohon maaf bila comment2 saya ada yg tdk berkenan di hati siapa saja yg membaca..
    September 9 at 4:01pm via Yussy Akmal Muhasabah...,jadi malu.Semoga اللَّهُ izinkan bertemu lagi dengan Ramadhan.
    September 9 at 4:30pm via Pakop Dahlan Semoga kita bisa bertemu lagi dengan ramadhan yg akan datang amin.., terima kasih atas tausiah pak jufran yg telah menemani selama ramadhan, walau tidak bertemu, tapi dekat di hati, ditunggu tulisan pencerah hati edisi syawal.. Maaf lahir dan batin..
    September 9 at 5:47pm via Andi Budiman Trima kasih ! Mencerahkan !
    September 9 at 7:15pm via Wuryaningsih Budiastuti

    Manusia sebagai hamba tidak dapat mengklaim apakah ibadahnya pasti diterima sementara orang lain tidak, atau sebaliknya. Siapa tau keduanya diterima, atau tidak keduanya. Yang bisa dilakukan adalah terus ikhtiar dalam takwa; seraya berharap...
    See MoreSeptember 9 at 8:51pm · Like ·

    Facebook Mobile · Like ·

    Facebook Mobile · Like ·

    Facebook Mobile · Like ·

    Facebook Mobile · Like ·

  • Faricha Hasan Sama2, pak Jufran.. Maaf jg atas khilaf, -yg pastinya tak sy sengaja.

    Smg kita bs dipertemukan dgn Ramadlan yg akan datang, dlm keadaan yg lebih baik.

    Met 'Idul Fitri, pak Jufran..^^
    September 9 at 9:26pm via Jusuf Fateh

    Bagaimanakah mungkin perpisahan diiringi dengan tawa gembira? Lihatlah nafsu yang menggelora, di seluruh penjuru jiwa, ia telah membutakan makna di hari yang fitri ini.
    Wahai Tuhan pemilik jiwa, anugerahkanlah kepada kami kerinduan akan Bul...
    See MoreSaturday at 4:44pm · Like ·

    Facebook Mobile · Like ·

  • Jufran Helmi
    @ All. Semoga muhasabah ini menjadi pemicu semangat kita untuk lebih baik di masa yang akan datang. Terimakasih atas komentar-komentarnya.
    10 hours ago · Like ·

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail