mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Sunday, September 12, 2010

Tamu itu telah benar-benar pergi.


Astagrifulllah,
Tamu itu telah benar-benar pergi.
Sepuas hati menangislah, namun jarum jam tak mungkin berbalik arah.
Apa arti gembiraku ketika datangnya dan sedihku ketika perginya?
Jika jawadah bawaannya terbiar basi?
Apa arti sukaku di ketibaannya dan dukaku di keberangkatannya?
Bila ia singgah aku pun gelisah.
Apa arti tawaku ketika menyambutnya dan ratapku ketika melepasnya?
Bila aku lebih berhajat dengan syahwat? 
Jantungku bukan saja seperti batu, 
Tapi bahkan lebih batu daripada batu-batu.
Berduri yang lebih tajam daripada semua duri
Berbau busuk yang lebih busuk daripada semua yang busuk.
Tak ada arti bagiku kilap intan dan mutiara.
Karena ternyata aku lebih suka dengan tinja manusia.
Tuhan,
Biarkan aku mengetuk pintuMu.
Biarkan aku berlindung dalam belas-kasihMu.
Aku relakan tamu itu pergi.
Biarlah kutunggu sampai ia kembali.


1 Syawal 1431 H / 10 September 2010






Comment ·Like · Hasan Hariri, Heri Hermawan Subhanaalloh...
Saturday at 11:37am via Risza Agustina Entah apa yg bs menggambarkan penyesalan ats kesalahan dan kekalahan ini, saya tlh gagal pak, hanya rintihan harapan kan d beri kesmptn tuk bjumpa dg nya lg dg kondisi lbh baik.. Amin
Saturday at 12:08pm via Suparmana Hs Waktu telah sirna, tak sempat menjamunya dengan selayaknya.....
Saturday at 2:12pm · Like ·
Facebook Mobile · Like ·
Facebook Mobile · Like ·
Jusuf Fateh, Pakop Dahlan and 3 others like this.

Share

  • Endah Kurniadarmi Beginilah adanya kita, demikianlah usaha yang telah dilakukan, semuanya sudah menjadi sebuah kenangan. Ada rasa sesal, namun kita tidak boleh larut dalam penyesalan. Paling tidak selepas Ramadhan, perbuatan kita menjadi lebih baik lagi.Selamat berekspresi!
    Saturday at 5:11pm · Like ·
  • Jufran Helmi
    @Herri, Risza, Suoarmana, dan Endah. Kadang-kadang sesuatu yg berharga itu terasa berharganya setelah ia hilang. Ketika dia di depan mata, kita cendrung menyia-nyiakannya. Saya setuju, kalau kita tak boleh putus asa. Kita bangunkan jiwa ini sehingga Ramadhan tahun depan, kita sunguh-sungguhi.
    Saturday at 5:49pm via Jufran Helmi
    @Herri, Risza, Suoarmana, dan Endah. Kadang-kadang sesuatu yg berharga itu terasa berharganya setelah ia hilang. Ketika dia di depan mata, kita cendrung menyia-nyiakannya. Saya setuju, kalau kita tak boleh putus asa. Kita bangunkan jiwa ini sehingga Ramadhan tahun depan, kita sunguh-sungguhi.
    Saturday at 5:53pm via Ersis Warmansyah Abbas Pergi dalam tertanam di dada; Amin
    Saturday at 8:19pm · Like ·
    Facebook Mobile · Like ·
    Facebook Mobile · Like ·
  • Jufran Helmi
    @Pak Ersis. Insyaallah Pak
    10 hours ago · Like ·
  • Yogaswati Dewi

    Bahkan aku telah berbuat suatu kesalahan lagi...
    Oh, Astagfirullah.. Astaghfirullah...
    kalaulah bukan karena Kasih sayangMu ya Robbi.. tentulah hamba telah menjadi orang yang merugi..
    Semoga setiap detik kita senantiasa mampu beristighfar da...
    See More10 hours ago · Like ·
  • Jufran Helmi
    @Yogas. Amiin

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail