mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Saturday, August 16, 2014

No Tipping Please!

Suatu siang, anak-anak mengajak saya ke sebuah mall mentereng di Jakarta.  "Mumpung libur,  kita lihat-lihat buku atau jalan-jalan saja," kata mereka. Saya menurut.

Ketika mobil kami memasuki tempat parkir, seluruh petugas parkir berseragam rapi -- baju putih dan celana panjang hitam -- sibuk dengan perannya masing-masing. Laki-laki dan perempuan. Mereka sangat necis dengan seragam yang membalut tubuh mereka yang mayoritas rampaing itu. Dengan sopan dan cekatan, salah seorang mereka menuntun kami  ke tempat parkir yang kosong. Kami merasa terlayani dengan baik.


Yang menarik saya, ketika petugas-petugas parkir itu  membelakang,  di bagian punggung baju mereka  dekat pundak,  ada sebuah tulisan dengan huruf kapital berwarna hitam:


NO TIPPING.


Tulisan itu menyolok mata. Tertulis dalam huruf kapital. Warnanya kontras dengan warna baju mereka yang putih. Tulisan itu sangat jelas terbaca dari kejauhan sekalipun.


Saya membayangkan,   pasti gagah juga rasanya jika  baju seragam aparatur negara, mulai dari presiden, menteri, dirjen,  gubernur, kabag, kadin, pantia tender,  ditulis "NO TIPPING" di punggungnya.


Slogan itu juga dapat dipasang di kantor-kantor, di rumah, atau di mobil-mobil dinas. Slogan sederhana yang memberi ingatan kepada siapapun.


Akan lebih bagus lagi, bila setiap mereka memulai pembicaraan apapun dengan tamu-tamunya, dengan senyum ia berkata, "No tipping, please!"

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail