mencatat hikmah kehidupan yang luput atau terluputkan

Friday, August 15, 2014

Pemarah Versus Pemberani 3

Si ayah meletakkan buku dan menanggalkan kacamata. Mengapa anak dan istri tiba-tiba mengajukan dua persoalan yang sama sekali tidak penting? Bukankah ada persoalan besar yang lebih mendesak? 

Ia menoleh kepada jam dinding yang tiba-tiba berdentang. Jarum jam menunjuk pukul 00.00. Tengah malam. Ia bangkit dari tempat duduk lalu berjalan ke kamar. Aku harus bicara pada mereka besok.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Face, simplified

Face, simplified

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Lahir di kaki gunung Marapi, Bukittinggi 29 Nopemeber 1962. Hidup telah berpindah-pindah dan telah bertemu dengan banyak manusia. Senang membaca dan menulis. Senang bekerja dalam bentuk tim.

Categories

Followers

Total Pengunjung

    Social Icons

    twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail